Peneliti MIT Menemukan Cara Memonitor Pola Tidur Menggunakan Wi-FI


Sekelompok peneliti dari MIT baru saja mengungkapkan sebuah metode baru untuk memonitor perilaku tidur seseorang menggunakan perangkat nirkabel. Dilansir dari kumparanMekanismenya mirip dengan cara kerja kelelawar untuk ‘melihat’ yang dikenal dengan echolocation; gelombang radio dipancarkan ke subjek penelitian yang tertidur dan perubahan akan terdeteksi saat sinyalnya dipantulkan kembali.

Penelitian ini adalah salah satu kemajuan terbaru dari banyak aktivitas yang diujicobakan oleh tim peneliti ini menggunakan gelombang radio berkekuatan rendah.

Berkat semakin canggihnya kecerdasan buatan, sistem buatan para peneliti ini sekarang mampu mengartikan gerakan subtil ke dalam informasi penting terkait pola tidur subjek termasuk tingkatan-tingkatan tidur dan kecepatan bernapas.

Pengujian yang dilakukan terhadap 25 orang sukarelawan selama 100 hari. Pimpinan penelitian Dina Katabi mengatakan kepada TechCrunch bahwa sistem mereka sanggup mendeteksi pola tidur subjek yang akurasinya hingga 80 persen, hampir sama dengan tes standar EEG.

Beberapa penelitian terkait pola tidur telah dilakukan dengan wearables seperti Fitbit dan Apple Watch, yang sangat bergantung kepada gerakan yang dideteksi oleh akselerometer.

“Wearables sangat berguna, namun visi kami adalah untuk membuat sesuatu yang bersifat ‘tak nampak’,” kata Katabi. “Itulah perangkat yang tak begitu mencolok di rumah namun tetap memonitor berbagai masalah kesehatan yang ada, dengan memanfaatkan sinyal nirkabel.”

Sistem nirkabel menggunakan banyak faktor untuk diperhitungkan jika dibandingkan dengan wearables. Dia melakukan semuanya dengan tidak mengganggu aktivitas kita, yang ditempatkan di tembok atau rak.

Sistemnya menggunakan daya lebih sedikit dibanding Wi-Fi dan bisa ditempatkan di jenis lokasi apa pun untuk berbagai jenis pasien tanpa membutuhkan kalibrasi ulang. Hal ini berarti kita bisa memanfaatkannya untuk mengawasi pasien yang sedang rawat jalan dari jarak jauh.

Untuk sekarang pemanfaatan langsung di rumah-rumah ataupun rumah sakit memang masih membutuhkan izin dari pihak terkait seperti FDA; BPOM AS, namun hasil yang telah ditunjukkan cukup menjanjikan.

Sumber : kumparan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *