Langkah-langkah Jitu Memulai Bisnis Reseller dengan Modal Kecil 2020

Salah satu hal menarik dari pandemi adalah banyak orang yang kini terjun menjadi penjual dan pebisnis dadakan. Tentu saja, ini hal yang baik mengingat berjualan & berbisnis meski kecil-kecilan adalah salah satu jalan untuk menyambung hidup dan menjaga agar dapur tetap ngebul. Nah, bisnis reseller adalah yang paling laris dan digemari selama masa pandemi karena prosesnya yang lebih mudah. 

Di Instagram atau WhatsApp Story contohnya, mungkin kamu pernah melihat update dari berbagai kolega atau teman yang menjual aneka produk dengan brand atau jenis yang sama. Mulai dari pakaian, makanan ringan, lauk-pauk, buah-buahan, dan masih banyak lagi. Ini adalah salah satu contoh bisnis reseller atau dropshipper

Bisnis reseller sendiri adalah bisnis di mana orang yang bersangkutan membeli produk dari supplier tertentu kemudian menjualnya kembali pada konsumen. Seorang reseller harus keluar modal lebih dulu. Sementara bisnis dropshipper adalah bisnis di mana orang yang bersangkutan tidak memiliki stok barang atau keluar modal, melainkan hanya mempromosikan gambar produk pada calon konsumen. Ketika menerima pesanan, seorang dropshipper akan langsung meneruskannya kepada supplier. Kemudian, supplier akan mengirimkan produk pesanan tersebut kepada konsumen atas nama dropshipper

Nah, keuntungan yang didapat dropshipper adalah dari selisih harga yang sudah ditentukan sendiri. Misalnya, dari supplier memberikan harga Rp10.000 untuk sebuah produk, lalu drophipper menjualnya seharga Rp12.000. Maka keuntungan yang didapat adalah Rp2.000 per produk. Sementara reseller lebih bebas dan leluasa dalam menentukan harga jual serta keuntungan karena bisa mendapat harga produk yang lebih murah ketika membeli dalam jumlah banyak ke supplier

Tertarik mencoba bisnis reseller? Berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu tempuh!

Perhatikan tren pasaran & tentukan produk yang ingin dijual

Untuk menjadi reseller, tentu kamu perlu tahu dulu produk apa yang tepat untuk dijual dan paling banyak dicari di pasaran. Ada banyak cara untuk mengetahui & memerhatikan tren di pasaran. Mulai dari rajin-rajin berselancar di media sosial seperti Instagram, melihat laman e-commerce, hingga menggunakan mesin pencari seperti Google untuk mengetahui keyword produk yang paling banyak dicari pada periode tertentu. 

Misalnya, saat kondisi normal baru pandemi seperti sekarang: masker, handsanitizer, hingga face shield adalah tiga produk yang masih laris manis dicari konsumen untuk mendukung & melindungi diri ketika beraktivitas di luar rumah. Produk makanan beku dan lauk pauk siap masak juga masih diminati karena praktis untuk dimasak di rumah selama masa pandemi. Dengan mengetahui produk yang sedang tren dan dicari di pasaran, kamu akan bisa mencari konsumen atau pembeli dengan mudah. 

Siapkan modal sesuai dengan rencana bisnis yang sudah dibuat

Setelah tahu produk apa yang ingin dijual, maka kamu perlu menyiapkan modal untuk membeli produk tersebut sesuai dengan rencana bisnis yang sudah dibuat. Untuk pemula, jangan dulu memulainya dengan modal atau stok produk yang besar. Sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta sudah terbilang cukup untuk memulai bisnis reseller. Namun, jumlah ini tergantung pada kisaran harga produk yang ingin dijual. Misalnya, untuk produk casing HP tentu harga per buahnya akan lebih murah dibanding dengan produk pakaian jadi. Untuk casing HP, kamu bisa menyetok produk dengan berbagai model mulai dari 50-100 buah. 

Jika hasilnya cukup baik, maka pelan-pelan, kamu dapat meningkatkan modal dan stok barang sesuai permintaan pasar. Risikonya juga jadi tidak terlalu besar. Apalagi kalau modal yang didapat bersumber dari pinjaman tunai. Mengajukan pinjaman tunai untuk berbisnis sebenarnya bukanlah masalah. Sebab, itu termasuk kategori utang produktif: yang menghasilkan keuntungan dan perputaran modal. Namun, pengelolaannya harus bijak agar bisnis berjalan lancar dan angsuran pinjaman pun bisa terbayar. 

Kalau dulu pinjaman tunai untuk modal bisnis terkesan hanya bisa diajukan oleh orang-orang yang sudah memiliki bisnis, lain halnya kini. Dengan fintech pinjaman tunai terpercaya dan berbunga rendah seperti Kredivo, siapa pun kini bisa mengajukan pinjaman tunai untuk berbagai kebutuhan: termasuk berbisnis. Tanpa survei! Kamu bisa daftar akun Kredivo sekarang juga melalui aplikasinya. Download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store. 

Pinjaman tunai di Kredivo tersedia mulai dari 500 ribu untuk jenis pinjaman mini dan mulai dari Rp 1 juta untuk jenis pinjaman jumbo. Opsi tenor yang tersedia adalah 1/3/6 bulan dengan suku bunga hanya 2,6% per bulannya. Kredivo juga menyediakan kalkulator cicilan pada aplikasinya yang dapat membantu kamu untuk mengetahui simulasi cicilan dari jumlah pinjaman yang ingin diajukan. Selain berbunga rendah, Kredivo juga merupakan fintech kredit digital pertama yang diawasi OJK. Jadi sudah terjamin keamanannya!

Cari supplier produk yang terpercaya

Kalau modal sudah di tangan, selanjutnya adalah tahap eksekusi. Kamu perlu mencari supplier dari produk incaranmu ke berbagai sumber. Mulai dari e-commerce, marketplace, forum dan komunitas bisnis online, hingga ke teman atau kerabat yang lebih dulu memulai bisnsi reseller. Jangan terburu-buru dalam mencari supplier. Pasalnya, banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan dan bandingkan. Mulai dari harga, kredibilitas dan track record supplier, hingga konsistensi dan kemampuan supplier dalam menyediakan stok produk. Makin rendah dan murah harga produk yang bisa kamu dapat, akan semakin baik. Namun, jangan juga mengabaikan kualitas produk hanya demi harga murah. Sebab, kualitas produk & kepercayaan konsumen adalah hal penting yang harus diupayakan dalam merintis sebuah usaha. 

Tentukan hal unik yang menjadi keunggulan dari bisnis resellermu

Dari sekian banyak reseller yang menjual produk sejenis, apa yang kira-kira bisa membuat bisnismu lebih unggul & akan dilirik calon konsumen dibanding yang lainnya? Hal inilah yang harus ditentukan dan masuk dalam perencanaan bisnis. Memiliki ciri khas dan keunikan akan membantu bisnismu sebagai reseller memiliki nilai jual lebih dan berkesan bagi konsumen. Misalnya, packaging yang unik, harga yang murah, diskon yang menarik, paket bundling, pelayanan yang ramah, dan masih banyak lagi. 

Pilih channel penjualan yang dekat dengan target pasarmu

Tidak perlu susah-susah membuat website sendiri kalau ternyata target pasarmu lebih banyak ada di Instagram dan media sosial lainnya. Di sinilah pentingnya untuk melakukan riset terkait media penjualan mana yang cocok bagi produk yang ingin kamu jual. Dengan begitu, kamu bisa menghemat biaya lebih banyak dan tidak membuang-buang waktu mengurus channel penjualan yang terlalu banyak.